KENDARI – Universitas Mandala Waluya kembali membuktikan dedikasi dan kompetensi akademiknya di tingkat nasional. Kali ini, pencapaian gemilang datang dari seorang mahasiswa program studi Ilmu Informasi dan Perpustakaan yang berhasil meraih medali emas pada Kompetisi Literasi Digital Nasional 2026, yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada tanggal 28-31 Maret lalu di Jakarta.
Mahasiswa bernama Nurhaliza Putri Dewana, yang merupakan peserta didik di bawah pembimbingan Unit Perpustakaan Universitas Mandala Waluya, berhasil mengalahkan lebih dari 500 peserta dari berbagai universitas terkemuka di seluruh Indonesia. Pencapaian luar biasa ini menambah deretan prestasi institusi pendidikan di Kendari tersebut dan menjadi kebanggaan khususnya bagi Unit Perpustakaan yang telah berkomitmen dalam mengembangkan potensi mahasiswa di bidang manajemen informasi dan literasi digital.
“Hasil yang kami raih ini bukan semata-mata hasil kerja seorang individu, melainkan buah dari ekosistem akademik yang mendukung, inovasi berkelanjutan, dan dedikasi tim di Unit Perpustakaan kami,” ungkap Nurhaliza dalam wawancara eksklusif dengan media kampus, Senin, 02 April 2026, beberapa hari setelah hasil kompetisi diumumkan secara resmi.
Latar Belakang Kompetisi dan Persiapan Matang
Kompetisi Literasi Digital Nasional 2026 merupakan ajang tahunan yang dirancang untuk mengidentifikasi dan mengakui talenta-talenta muda Indonesia di bidang literasi digital, manajemen informasi, dan pemanfaatan teknologi dalam era transformasi digital. Kompetisi ini melibatkan berbagai kategori, mulai dari inovasi perpustakaan digital, desain platform informasi, hingga strategi literasi digital untuk masyarakat yang masih tertinggal.
Nurhaliza mengikuti kategori “Inovasi Platform Literasi Digital Berbasis Komunitas Lokal,” dengan tema proyek pengembangan aplikasi mobile yang memudahkan masyarakat pedesaan di Sulawesi Tenggara mengakses informasi kesehatan, pendidikan, dan ekonomi lokal. Aplikasi yang diberi nama “InformasiKu” ini dirancang dengan antarmuka yang sederhana, menggunakan bahasa lokal, dan dapat diakses dengan koneksi internet yang terbatas.
Persiapan untuk kompetisi tersebut dimulai sejak lima bulan sebelumnya. Nurhaliza, bersama dengan tim pembimbing dari Unit Perpustakaan Universitas Mandala Waluya, melakukan riset mendalam tentang kebutuhan informasi masyarakat lokal, menganalisis kesenjangan digital di kawasan Sulawesi Tenggara, dan mengembangkan solusi yang tidak hanya inovatif tetapi juga berkelanjutan serta relevan dengan konteks sosial lokal.
“Saya memilih tema ini karena melihat langsung bagaimana masyarakat di beberapa daerah terpencil di Sulawesi Tenggara kesulitan mengakses informasi dasar. Padahal, informasi itu adalah hak fundamental setiap warga negara,” jelas Nurhaliza, mahasiswa tahun ketiga program studi Ilmu Informasi dan Perpustakaan ini.
Proses Kompetisi dan Momen Kemenangan
Kompetisi berlangsung dalam tiga tahap: seleksi administratif, presentasi online, dan presentasi tatap muka di Jakarta. Dari 500 peserta awal, hanya 50 peserta yang lolos ke tahap presentasi online. Nurhaliza berhasil masuk dalam 15 besar yang maju ke tahap final di Jakarta.
Pada tahap final, Nurhaliza harus mempresentasikan karya inovasinya di hadapan juri yang terdiri dari praktisi industri teknologi, akademisi terkemuka, dan perwakilan dari Kemendikbudristem. Selama 15 menit presentasi, dia mendemonstrasikan fitur-fitur aplikasi InformasiKu, memaparkan data hasil uji coba dengan 200 responden di tiga kabupaten di Sulawesi Tenggara, dan menjelaskan rencana keberlanjutan jangka panjang.
“Juri sangat tertarik dengan pendekatan berbasis komunitas saya. Mereka menghargai bahwa saya tidak hanya menciptakan teknologi, tetapi juga memastikan bahwa teknologi tersebut benar-benar memecahkan masalah nyata dan dapat diadopsi oleh komunitas lokal,” cerita Nurhaliza dengan senyuman bangga.
Pengumuman pemenang dilakukan pada malam penutupan, 31 Maret 2026. Ketika nama Nurhaliza dipanggil sebagai pemenang kategorinya, delegasi Universitas Mandala Waluya yang hadir langsung memberikan standing ovation. Selain medali emas, Nurhaliza juga menerima hadiah uang tunai sebesar Rp 50 juta dan sertifikat penghargaan resmi dari Kemendikbudristem.
Dukungan Institusional dari Unit Perpustakaan
Kesuksesan Nurhaliza tidak terlepas dari peran strategis Unit Perpustakaan Universitas Mandala Waluya. Sebagai unit akademik yang fokus pada pengembangan sumber daya manusia di bidang informasi dan perpustakaan, unit ini telah membangun program bimbingan khusus untuk mahasiswa berprestasi dan berbakat.
Dr. Eka Wijaya, Kepala Unit Perpustakaan Universitas Mandala Waluya, mengungkapkan bangga atas pencapaian tersebut. “Nurhaliza adalah teladan sempurna dari mahasiswa yang tidak hanya memiliki prestasi akademik tinggi, tetapi juga kepedulian sosial yang mendalam. Dia memahami bahwa ilmu pengetahuan harus digunakan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat,” kata Dr. Eka dalam wawancara formal yang dilakukan di kantor Unit Perpustakaan, Senin, 02 April 2026.
Lebih lanjut, Dr. Eka menjelaskan bahwa Unit Perpustakaan telah mengalokasikan berbagai sumber daya untuk mendukung pengembangan karya mahasiswa. Mulai dari akses ke basis data digital, konsultasi dengan ahli, hingga pendanaan untuk riset lapangan. “Kami percaya bahwa investasi pada talenta muda adalah investasi untuk masa depan bangsa. Prestasi Nurhaliza membuktikan bahwa strategi kami tepat sasaran,” tambahnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Hendra Kusuma, Rektor Universitas Mandala Waluya, juga memberikan apresiasi tinggi terhadap pencapaian ini. Dalam pernyataan resmi yang diterbitkan melalui Humas universitas pada tanggal 01 April 2026, Rektor menyatakan: “Prestasi Nurhaliza adalah bukti nyata komitmen Universitas Mandala Waluya dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral dan kepedulian terhadap masyarakat. Kami akan terus mendorong semua unit akademik untuk menciptakan ekosistem yang mendukung kreativitas dan inovasi mahasiswa.”
Dampak dan Inspirasi untuk Mahasiswa Lainnya
Prestasi Nurhaliza tidak hanya memberikan kebanggaan bagi institusi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi ribuan mahasiswa lainnya di Universitas Mandala Waluya. Beberapa mahasiswa dari program studi lain telah menghubungi Unit Perpustakaan untuk menanyakan tentang peluang mengikuti kompetisi serupa atau mendapatkan pembimbingan untuk mengembangkan proyek inovatif mereka.
Aditya Rahman, mahasiswa tahun kedua dari program studi Teknik Informatika, mengakui bahwa pencapaian Nurhaliza sangat menginspirasinya. “Saya baru tahu bahwa Universitas Mandala Waluya memiliki program dukungan untuk mahasiswa berbakat. Sekarang saya tertarik untuk mengembangkan proyek saya sendiri dan mungkin suatu hari bisa berkompetisi di tingkat nasional juga,” ujar Aditya antusias.
Selain itu, keberhasilan ini juga meningkatkan visibilitas Universitas Mandala Waluya di tingkat nasional. Beberapa media massa nasional telah meliput pencapaian Nurhaliza, dengan menonjolkan peran institusi pendidikan di Kendari dalam menghasilkan inovator muda. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan minat calon mahasiswa berkualitas untuk mendaftar di universitas tersebut, khususnya di program studi yang relevan dengan bidang teknologi dan informasi.
Rencana Selanjutnya dan Keberlanjutan Aplikasi
Nurhaliza merencanakan untuk terus mengembangkan aplikasi InformasiKu dengan menambahkan fitur-fitur baru dan memperluas jangkauan geografis. Dengan dukungan dari Kemendikbudristem dan potensi pendanaan dari berbagai sumber, dia optimis bahwa aplikasi ini dapat menjadi solusi nyata untuk mengatasi kesenjangan digital di Indonesia.
“Saya tidak ingin aplikasi ini hanya sekadar proyek akademik yang berakhir setelah kompetisi selesai. Saya ingin benar-benar mengimplementasikannya di lapangan dan memastikan bahwa masyarakat lokal dapat merasakan manfaatnya secara berkelanjutan,” tegas Nurhaliza dengan determinasi yang kuat.
Rencana konkret yang telah disusun Nurhaliza mencakup uji coba skala besar di lima kabupaten pada kuartal ketiga tahun 2026, pelatihan untuk tenaga pengguna lokal, dan pembentukan kelompok pengguna komunitas yang akan membantu dalam pemeliharaan dan pengembangan berkelanjutan.
Pesan dan Harapan untuk Generasi Muda
Dalam kesempatan ini, Nurhaliza ingin menyampaikan pesan kepada generasi muda Indonesia. “Jangan takut untuk bermimpi besar dan mengerjakan mimpi itu dengan kerja keras dan konsistensi. Teknologi adalah alat yang sangat powerful, tetapi yang paling penting adalah niat baik dan komitmen untuk membuat perbedaan positif. Kalau kalian memiliki ide baik, keluar dan wujudkan, karena ada banyak peluang dan dukungan untuk melakukannya,” ujar Nurhaliza dengan semangat yang menular.
Penutup
Pencapaian Nurhaliza Putri Dewana sebagai pemenang medali emas Kompetisi Literasi Digital Nasional 2026 adalah testament dari potensi besar yang dimiliki generasi muda Indonesia dan kemampuan institusi pendidikan lokal seperti Universitas Mandala Waluya dalam mengasah talenta tersebut. Dengan dukungan yang tepat, bimbingan dari pendidik berdedikasi, dan fasilitas akademik yang memadai, mahasiswa Indonesia dapat bersaing dan unggul di tingkat nasional bahkan internasional.
Ke depannya, diharapkan bahwa prestasi Nurhaliza ini akan menjadi awal dari serangkaian pencapaian gemilang dari Universitas Mandala Waluya dan Unit Perpustakaan khususnya. Semoga karya inovatif seperti InformasiKu dapat menjadi katalibator perubahan positif dalam ekosistem digital Indonesia, terutama bagi komunitas yang masih tertinggal. Dan lebih dari itu, semoga cerita sukses Nurhaliza dapat menginspirasi ribuan mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi, berbakat, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
—
Laporan ini disiapkan oleh Tim Jurnalisme Kampus Universitas Mandala Waluya, Kendari, Sulawesi Tenggara. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Humas Universitas Mandala Waluya atau Unit Perpustakaan.