Kendari – Universitas Mandala Waluya, melalui Unit Perpustakaan, mengambil langkah progresif dalam mengembangkan ekosistem akademik yang lebih responsif terhadap kebutuhan industri. Pada Selasa, 8 April 2026, kampus yang terletak di jantung Kota Kendari ini secara resmi mengumumkan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan tiga mitra korporat utama, yaitu PT Pustaka Nusantara Indonesia, CV Solusi Digital Sulawesi, dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk cabang Sulawesi Tenggara.
Kerjasama ini merupakan hasil dari riset mendalam selama enam bulan yang melibatkan tim manajemen Unit Perpustakaan, dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Sosial, dan pimpinan universitas. Kolaborasi strategis ini dirancang untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan, memperkaya koleksi digital, serta menciptakan peluang magang dan penelitian bagi mahasiswa Universitas Mandala Waluya.
Latar Belakang Inisiatif Kerjasama
Perpustakaan, sebagai jantung akademik suatu universitas, membutuhkan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak untuk tetap relevan dan kompetitif di era transformasi digital. Unit Perpustakaan Universitas Mandala Waluya, yang telah melayani lebih dari 15.000 pemustaka aktif sejak didirikan pada tahun 2015, mengidentifikasi kebutuhan akan peningkatan signifikan dalam infrastruktur teknologi dan konten digital.
Menurut catatan internal kampus, pada tahun akademik 2025-2026, Unit Perpustakaan menghadapi tantangan berupa terbatasnya koleksi jurnal internasional, sistem manajemen perpustakaan yang masih konvensional, serta minimnya program pelatihan literasi digital untuk mahasiswa dan dosen. Hal ini memotivasi pimpinan perpustakaan untuk mencari mitra eksternal yang memiliki keahlian dan sumber daya yang sesuai.
“Kami menyadari bahwa perpustakaan modern tidak hanya tentang penyimpanan buku, tetapi tentang bagaimana kami dapat menjadi pusat pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi, inovasi, dan kolaborasi industri,” ujar Dr. Amelia Kusuma, Kepala Unit Perpustakaan Universitas Mandala Waluya, dalam konferensi pers yang digelar di Aula Utama Kampus Kendari pada pagi hari tersebut.
Rincian Perjanjian Kerjasama
Nota kesepahaman dengan PT Pustaka Nusantara Indonesia berfokus pada penyediaan akses perpustakaan digital terpadu yang mencakup lebih dari 500.000 judul buku elektronik dan 5.000 jurnal ilmiah bereputasi internasional. Perusahaan penerbitan terkemuka ini juga berkomitmen untuk menyelenggarakan pelatihan gratis bagi pustakawan dan dosen tentang pemanfaatan teknologi katalog digital.
“Investasi kami di Kendari menunjukkan kepercayaan terhadap potensi akademik di kawasan timur Indonesia. Kami percaya bahwa mahasiswa Mandala Waluya berhak mendapatkan akses yang sama terhadap sumber pengetahuan global seperti mahasiswa di kota-kota besar lainnya,” kata Budi Santoso, Direktur Divisi Pengembangan Pasar PT Pustaka Nusantara Indonesia, yang hadir secara virtual dalam acara penandatanganan MoU tersebut.
Kerjasama kedua melibatkan CV Solusi Digital Sulawesi, perusahaan teknologi lokal yang berbasis di Kendari. Dalam perjanjian ini, perusahaan menyediakan sistem manajemen perpustakaan terintegrasi berbasis cloud dengan fitur otomasi peminjaman, return, dan pengurangan denda otomatis. Selain itu, CV Solusi Digital Sulawesi akan merekrut minimal 10 mahasiswa Universitas Mandala Waluya per tahun untuk program magang bertujuan dalam pengembangan sistem informasi.
“Ini adalah kesempatan emas bagi talenta muda Kendari untuk terlibat dalam proyek teknologi tingkat universitas. Kami berharap mahasiswa dapat langsung menerapkan teori yang dipelajari di kelas dan berkontribusi pada inovasi digital di daerah mereka sendiri,” ungkap Syaiful Rahman, Founder dan CEO CV Solusi Digital Sulawesi, dalam pidatonya yang penuh antusiasme.
Perjanjian ketiga bersama PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk mencakup peningkatan infrastruktur internet berkecepatan tinggi di seluruh area perpustakaan dan pemberian diskon khusus untuk layanan broadband kampus. Selain itu, Telkom juga akan mensponsori program pelatihan literasi digital dan cybersecurity untuk 500 mahasiswa per tahun.
“Sebagai pemimpin industri telekomunikasi, kami memahami bahwa konektivitas adalah kunci aksesibilitas pendidikan. Komitmen kami di Universitas Mandala Waluya adalah bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan untuk mendukung pendidikan berkualitas di seluruh nusantara,” kata Nanda Wijaya, Regional Manager PT Telkom Sulawesi Tenggara, dengan nada yang menekankan pada aspek sosial perusahaan.
Dampak dan Manfaat bagi Sivitas Akademika
Rektorat Universitas Mandala Waluya telah mengidentifikasi berbagai manfaat konkret yang akan diterima oleh mahasiswa, dosen, dan staf administratif dalam jangka pendek dan panjang. Secara kuantitatif, kerjasama ini diperkirakan akan meningkatkan penggunaan koleksi digital perpustakaan hingga 300% dalam dua tahun pertama pelaksanaan.
Untuk mahasiswa, terutama mereka yang menempuh program studi di bidang teknologi informasi, bisnis, dan ilmu sosial, kemitraan ini membuka akses ke kurikulum industri-aligned dan kesempatan magang berbayar. Program magang bersama CV Solusi Digital Sulawesi ditawarkan dengan honorarium minimal Rp 4 juta per bulan, yang akan membantu meringankan beban finansial mahasiswa.
Prof. Dr. Haryadi Suryanto, Rektor Universitas Mandala Waluya, menyatakan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan visi kampus untuk menjadi universitas terkemuka di kawasan timur Indonesia. “Kerjasama strategis dengan industri adalah bagian integral dari transformasi pendidikan tinggi yang kami jalankan. Kami tidak hanya ingin menghasilkan lulusan yang berpengetahuan, tetapi juga yang siap kerja dan mampu berinovasi,” tegas Prof. Haryadi dalam sambutan pembukaan acara.
Dosen juga akan merasakan manfaat signifikan, terutama melalui akses tak terbatas ke jurnal-jurnal penelitian internasional dan pelatihan metodologi penelitian yang disponsori oleh mitra industri. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas penelitian dan publikasi ilmiah dosen Universitas Mandala Waluya di tingkat nasional dan internasional.
Implementasi dan Jadwal Pelaksanaan
Fase implementasi awal dimulai pada bulan Mei 2026 dengan survei kebutuhan menyeluruh terhadap seluruh pemustaka dan pengguna perpustakaan. Tim dari ketiga mitra akan melakukan assessmen infrastruktur fisik dan digital untuk merancang roadmap pelaksanaan yang terukur dan realistis.
Pada kuartal ketiga 2026, sistem manajemen perpustakaan digital dari CV Solusi Digital Sulawesi diperkirakan akan mulai diuji coba secara terbatas pada koleksi buku referensi dan jurnal. Bersamaan dengan itu, PT Pustaka Nusantara Indonesia akan melakukan proses digitalisasi dan kalibrasi data untuk memastikan kompatibilitas dengan sistem baru.
Untuk infrastruktur konektivitas, PT Telkom menargetkan peningkatan bandwidth perpustakaan dari 10 Mbps menjadi 100 Mbps pada akhir tahun 2026. Upgrade ini akan didukung dengan pemasangan fiber optik baru dan penggantian perangkat jaringan yang sudah berusia lebih dari tiga tahun.
Tantangan dan Strategi Mitigasi
Meskipun rencana kerjasama ini ambisius, para pemimpin kampus mengakui adanya beberapa tantangan potensial. Salah satunya adalah resistensi dari sejumlah pengguna perpustakaan tradisional yang mungkin kurang terbiasa dengan teknologi digital. Untuk mengatasi hal ini, Unit Perpustakaan telah merancang program literasi digital bertahap yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman teknologi pengguna.
“Kami akan memastikan bahwa transisi ke sistem digital tidak meninggalkan siapa pun. Ada program khusus untuk dosen senior dan staf perpustakaan yang mungkin lebih nyaman dengan cara-cara tradisional. Teknologi harus melayani manusia, bukan sebaliknya,” jelas Dr. Amelia Kusuma dengan penuh pertimbangan.
Tantangan lainnya adalah aspek kesiapan infrastruktur fisik perpustakaan yang memerlukan renovasi ruang untuk akomodasi area digital learning dan collaborative workspace. Universitas Mandala Waluya telah mengalokasikan anggaran khusus sebesar Rp 2,5 miliar dari dana operasional untuk tahun 2026 demi mendukung proyek ini.
Perspektif Jangka Panjang
Dalam wawancara eksklusif dengan pihak manajemen, terungkap bahwa kerjasama ini bukan merupakan titik akhir, tetapi awal dari ekosistem kolaborasi yang lebih luas. Universitas Mandala Waluya sedang dalam proses negosiasi dengan tiga perusahaan tambahan di bidang energi terbarukan, agroteknologi, dan kepariwisataan untuk memperluas jaringan kemitraan industri.
“Visi kami adalah menjadikan perpustakaan bukan hanya sebagai penyedia informasi, tetapi sebagai innovation hub yang memfasilitasi dialog antara akademisi dan praktisi industri. Di dalamnya, penelitian teoritis bertemu dengan kebutuhan praktis pasar,” ujar Dr. Amelia Kusuma dengan antusiasme yang terlihat jelas.
Penutup
Penandatanganan MoU antara Unit Perpustakaan Universitas Mandala Waluya dengan PT Pustaka Nusantara Indonesia, CV Solusi Digital Sulawesi, dan PT Telkom Sulawesi Tenggara pada 8 April 2026 menandai babak baru dalam sejarah pendidikan tinggi di Kendari. Kerjasama strategis ini bukan hanya mencerminkan komitmen kampus terhadap inovasi dan kualitas, tetapi juga kepercayaan industri terhadap potensi institusi akademik di kawasan timur Indonesia.
Dengan dukungan penuh dari sivitas akademika dan mitra industri, Universitas Mandala Waluya optimistis bahwa perpustakaan yang telah melayani dengan dedikasi selama 11 tahun ini akan terus berkembang menjadi pusat pembelajaran yang dinamis, inklusif, dan relevan dengan tuntutan zaman. Ke depannya, diharapkan model kolaborasi ini dapat menjadi inspirasi bagi universitas lain di Indonesia dalam membangun ekosistem pendidikan yang sustainable dan berdampak bagi pembangunan ekonomi lokal maupun nasional.