KENDARI — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan berbagai organisasi mahasiswa Universitas Mandala Waluya bergerak cepat melaksanakan inisiatif signifikan untuk merevitalisasi Unit Perpustakaan kampus. Program komprehensif ini diluncurkan pada Jumat, 04 April 2026, dengan target ambisius meningkatkan minat baca mahasiswa hingga 40 persen dalam dua semester akademik ke depan.
Kegiatan yang berlangsung di lokasi Unit Perpustakaan Universitas Mandala Waluya di Kendari ini menandai komitmen serius mahasiswa terhadap peningkatan kualitas akademik dan ekosistem pembelajaran kampus. Peluncuran program dihadiri langsung oleh Kepala Unit Perpustakaan, Wakil Rektor Bidang Akademik, Ketua BEM, serta para pimpinan organisasi mahasiswa lainnya.
Latar Belakang Inisiatif Revitalisasi Perpustakaan
Unit Perpustakaan Universitas Mandala Waluya merupakan aset akademik yang selama bertahun-tahun menjadi pusat rujukan koleksi literatur untuk ribuan mahasiswa. Akan tetapi, survei internal yang dilakukan oleh Tim Riset BEM pada awal semester Genap 2025/2026 mengungkapkan fakta mengkhawatirkan bahwa tingkat kunjungan peminjam buku telah mengalami penurunan signifikan.
Data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa rata-rata jumlah pengunjung perpustakaan setiap harinya hanya mencapai 120-150 orang dari total lebih dari 8.000 mahasiswa aktif. Fenomena ini sejalan dengan tren global di era digital, namun juga mengindikasikan bahwa perpustakaan belum optimal dalam memberikan pelayanan dan suasana yang menarik bagi pengguna modern.
Berdasarkan hasil diskusi mendalam dengan mahasiswa dan tenaga librarian, teridentifikasi beberapa masalah utama. Di antaranya adalah fasilitas yang perlu modernisasi, koleksi buku yang kurang update di beberapa bidang studi, terbatasnya ruang diskusi interaktif, serta kurangnya promosi yang efektif mengenai peran perpustakaan dalam mendukung pembelajaran mahasiswa.
“Kami menyadari bahwa perpustakaan tidak boleh sekadar menjadi gudang buku statis. Dalam era informasi ini, perpustakaan harus menjadi living lab, pusat kolaborasi, dan wadah inspirasi bagi mahasiswa,” ungkap Duta Surya Pradana, Ketua BEM Universitas Mandala Waluya, dalam konferensi pers pembukaan program pada hari Jumat pagi.
Program Komprehensif: Dari Revitalisasi Fisik hingga Program Engagement
Program revitalisasi perpustakaan yang diluncurkan oleh BEM ini dirancang dengan pendekatan holistik meliputi tiga pilar utama: peningkatan infrastruktur, enrichment koleksi, dan aktivasi program kegiatan bermakna.
### Pilar Pertama: Modernisasi Infrastruktur
Pertama-tama, BEM bekerja sama dengan manajemen kampus untuk melakukan renovasi bertahap terhadap Unit Perpustakaan. Renovasi ini mencakup pembaruan sistem pencahayaan menggunakan teknologi LED hemat energi, penambahan meja kerja ergonomis khusus untuk diskusi kelompok, serta pemasangan sistem WiFi 6 yang lebih cepat dan stabil di seluruh area perpustakaan.
Selain itu, akan dibangun corner-corner khusus dengan tema berbeda. Ada Reading Corner untuk santai membaca, Discussion Pod untuk diskusi kelompok kecil, Quiet Zone untuk studi konsentrasi tinggi, dan Digital Hub untuk akses database digital dan jurnal elektronik. Investasi ini dijadwalkan selesai pada akhir Juni 2026.
### Pilar Kedua: Pengayaan Koleksi dan Diversifikasi Media
Pilar kedua fokus pada pengayaan koleksi perpustakaan. BEM meluncurkan kampanye “Donasi Buku Berkualitas” yang mengajak mahasiswa, dosen, dan alumni untuk berkontribusi menambah koleksi bacaan. Target pengumpulan adalah minimal 2.000 judul buku baru dalam enam bulan ke depan.
Selain koleksi fisik, Unit Perpustakaan juga akan memperluas akses ke koleksi digital. Ini termasuk langganan jurnal online terpilih, e-book, dan multimedia learning resources yang relevan dengan program studi di Universitas Mandala Waluya. Alokasi anggaran untuk digital resources telah ditetapkan sebesar 350 juta rupiah untuk tahun akademik 2026/2027.
Inovasi menarik lainnya adalah pengadaan koleksi khusus “Manga & Graphic Novels Corner” yang dilengkapi dengan Webtoon premium dan graphic novels edukatif. Ini dirancang khusus untuk menarik mahasiswa generasi muda yang terbiasa dengan visual storytelling. “Kami ingin mengubah paradigma bahwa membaca hanya tentang teks konvensional. Media visual juga memiliki nilai edukatif yang tinggi,” jelas Ratih Kusuma Wardani, Kepala Unit Perpustakaan Universitas Mandala Waluya.
### Pilar Ketiga: Program Aktivasi dan Engagement
Pilar ketketiga dan mungkin paling penting adalah peluncuran serangkaian program aktivasi yang dirancang mengubah perpustakaan menjadi tempat yang dinamis dan engaging. Program ini meliputi:
Book Club Tematik: Setiap minggu akan diselenggarakan diskusi buku dengan topik berbeda, mulai dari literasi akademik, self-development, hingga fiksi kontemporer. Program ini akan difasilitasi oleh para dosen dan praktisi dari berbagai bidang.
Penulis Muda Berkunjung: BEM mengundang penulis, jurnalis, dan content creator lokal dan nasional untuk berbagi pengalaman mereka dengan mahasiswa di perpustakaan. Event ini akan diselenggarakan setiap dua minggu sekali.
Literasi Digital Workshop: Workshop gratis yang mengajarkan mahasiswa cara mengakses dan memanfaatkan database akademik, jurnal online, dan tools penelitian modern.
Perpustakaan Malam: Pilot project membuka perpustakaan hingga pukul 22.00 pada hari-hari weekday untuk melayani mahasiswa yang lebih fokus belajar pada malam hari.
Kompetisi Literasi Mahasiswa: Kompetisi menulis esai, resensi buku, dan konten kreatif dengan hadiah menarik untuk memotivasi mahasiswa membaca dan menulis secara serius.
Dukungan Pimpinan Kampus dan Stakeholder
Inisiatif BEM mendapatkan sambutan luar biasa dari pihak manajemen Universitas Mandila Waluya. Dalam sambutannya, Dr. Bambang Sutrisno, Wakil Rektor Bidang Akademik, mengapresiasi langkah proaktif mahasiswa ini.
“Program revitalisasi perpustakaan yang digagas oleh BEM adalah contoh nyata dari leadership mahasiswa yang bertanggung jawab. Kami sangat mendukung inisiatif ini dengan memberikan dukungan anggaran, infrastruktur, dan kolaborasi dengan pihak lain. Perpustakaan yang kuat adalah fondasi universitas yang kuat,” ujar Dr. Bambang Sutrisno dengan penuh antusiasme.
Sementara itu, Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. H. Irwanto Harahap, dalam surat resminya menyatakan bahwa program ini sejalan dengan visi universitas untuk menjadi institusi pembelajaran berkualitas tinggi yang berpusat pada mahasiswa.
Dukungan tidak hanya datang dari internal kampus. Beberapa sponsor lokal dan korporat juga telah menunjukkan minat untuk turut berkontribusi. PT. Teknologi Kendari Maju, perusahaan lokal di sektor teknologi informasi, telah menjanjikan dukungan dalam bentuk donasi perangkat komputer dan infrastruktur teknologi senilai 500 juta rupiah.
Respons dan Harapan Mahasiswa
Reaksi dari komunitas mahasiswa terhadap peluncuran program ini sangat positif. Dalam Focus Group Discussion yang dilakukan oleh media kampus, mayoritas mahasiswa mengaku tertarik dengan inisiatif ini.
“Saya sangat senang ada program seperti ini. Selama ini saya jarang ke perpustakaan karena merasa suasananya membosankan. Tapi dengan adanya discussion pod, reading corner yang nyaman, dan program book club, saya jadi lebih tertarik untuk memanfaatkan perpustakaan,” tutur Siti Nurhaliza, mahasiswa Semester 4 Program Studi Sastra Inggris.
Anggapan serupa juga disampaikan oleh Mochammad Rizki Pratama, mahasiswa Teknik Informatika. “Menambah koleksi digital resources sangat membantu kami yang sering mereferensikan jurnal internasional dalam tugas kuliah. Dengan akses yang lebih baik, saya yakin kualitas akademik mahasiswa akan meningkat,” katanya optimis.
Namun, tidak semua mahasiswa sepenuhnya puas. Beberapa mahasiswa mengharapkan agar program ini juga diimbangi dengan peningkatan jam operasional perpustakaan di akhir pekan. “Kebanyakan dari kami ada kegiatan kuliah hingga sore hari. Perpustakaan ditutup hari Minggu, padahal hari Sabtu dan Minggu adalah waktu ideal untuk belajar intensif. Semoga hal ini bisa dipertimbangkan,” saran Desy Hermawan, mahasiswa semester 5 Program Studi Manajemen.
Target dan Timeline Implementasi
BEM telah menetapkan roadmap yang jelas untuk pelaksanaan program ini. Secara detail, target yang ingin dicapai meliputi:
Kuartal II 2026 (April-Juni): Penyelesaian survei detail kebutuhan, finalisasi desain renovasi, dan peluncuran kampanye donasi buku.
Kuartal III 2026 (Juli-September): Pelaksanaan renovasi fisik, pengadaan perangkat, dan launching program aktivasi pertama berupa book club dan workshop literasi digital.
Kuartal IV 2026 (Oktober-Desember): Evaluasi tingkat kunjungan dan engagement, fine-tuning program berdasarkan feedback, serta intensifikasi program aktivasi.
Semester Genap 2026/2027 (Januari-Juni 2027): Konsolidasi hasil dan penetapan strategi jangka panjang.
Target akhir yang sangat spesifik adalah peningkatan tingkat kunjungan perpustakaan dari 120-150 pengunjung per hari menjadi 200-250 pengunjung per hari, serta peningkatan sirkulasi peminjaman buku sebesar 40 persen.
Dampak Potensial bagi Ekosistem Akademik
Para akademisi yang diwawancarai percaya bahwa program revitalisasi perpustakaan ini akan memiliki dampak signifikan bagi ekosistem akademik Universitas Mandala Waluya secara keseluruhan.
“Perpustakaan yang hidup adalah jantung dari universitas yang sehat. Ketika mahasiswa aktif membaca, berdiskusi, dan berkolaborasi di perpustakaan, secara otomatis ini akan meningkatkan kultur akademik, memperkuat komitmen pada pembelajaran, dan membangun komunitas intelektual yang solid,” jelas Prof. Dr. Suryadi Wijaya, Dekan Fakultas Humaniora.
Lebih lanjut, Dr. Bambang Sutrisno menambahkan bahwa perpustakaan yang modern tidak hanya mendukung prestasi akademik, tetapi juga pengembangan soft skills. “Diskusi buku, kolaborasi dalam study groups, dan interaksi dengan berbagai perspektif di perpustakaan akan mengembangkan critical thinking, communication skills, dan teamwork mahasiswa,” katanya.
Penutup dan Komitmen ke Depan
Peluncuran program revitalisasi Unit Perpustakaan Universitas Mandala Waluya pada 04 April 2026 ini menandai momen penting dalam perjalanan pengembangan kampus. Inisiatif yang digagas oleh BEM dan organisasi mahasiswa menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berperan sebagai penerima layanan akademik, tetapi juga sebagai agen perubahan aktif dalam membangun ekosistem pembelajaran yang lebih baik.
Ketua BEM, Duta Surya Pradana, menutup acara peluncuran dengan komitmen yang kuat. “Program ini bukan sekadar proyek BEM biasa. Ini adalah investasi jangka panjang untuk generasi mahasiswa di Universitas Mandala Waluya, baik yang ada sekarang maupun yang akan datang. Kami yakin bahwa dengan dukungan semua pihak, perpustakaan kita akan menjadi pride point kampus yang tidak hanya modern secara fisik, tetapi juga menjadi pusat kehidupan intelektual yang vibrant,” ujar Duta Surya dengan penuh keyakinan.
Momentum positif ini diharapkan dapat berkelanjutan dan menginspirasi inisiatif-inisiatif mahasiswa lain untuk turut berkontribusi pada pengembangan fasilitas dan program akademik di Universitas Mandala Waluya. Dengan kolaborasi sinergis antara mahasiswa, dosen, tenaga administrasi, dan manajemen kampus, target ambisius peningkatan minat baca 40 persen tampaknya bukan lagi mimpi, tetapi sebuah tujuan yang realistis dan dapat dicapai.
—
Penulis: Tim Redaksi Berita Kampus
Lokasi: Universitas Mandala Waluya, Kendari
Tanggal Publikasi: 04 April 2026